Dalam rangka memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga pangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama TPID Kabupaten/Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) melaksanakan kegiatan Capacity Building dan studi banding ke Provinsi Kalimantan Timur pada 6-7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi antardaerah, serta menggali praktik terbaik pengendalian inflasi yang telah diterapkan di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Samarinda.
Rangkaian kegiatan difokuskan pada pembelajaran program unggulan TPID Provinsi Kalimantan Timur yang selama ini dinilai berhasil menjaga stabilitas harga melalui penguatan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Berbagai langkah konkret seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, penguatan distribusi bahan pokok, hingga koordinasi lintas sektor menjadi perhatian utama dalam diskusi bersama.
Dalam kunjungan tersebut, peserta juga mendalami optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Samarinda dalam mendukung stabilisasi harga pangan dan menjaga ketersediaan komoditas strategis di masyarakat. Peran BUMD dinilai sangat penting sebagai penghubung antara produsen, distributor, dan konsumen guna menjaga rantai pasok tetap stabil serta meminimalkan gejolak harga di daerah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BUMD, serta stakeholder terkait dalam menghadapi tantangan inflasi pangan. Selain itu, TPID Provinsi Riau juga memperoleh gambaran mengenai pengembangan pusat distribusi dan penguatan logistik pangan yang tengah dikembangkan di Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya jangka panjang pengendalian inflasi daerah.
Melalui kegiatan capacity building ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan inovasi antardaerah sehingga mampu memperkuat implementasi kebijakan pengendalian inflasi yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengendalian harga pangan yang optimal.